Cara Lapor SPT Tahunan Online Mudah dan Praktis 2023

Cara Lapor SPT Tahunan – Setiap tahun, orang-orang yang termasuk dalam kategori wajib pajak (baik perorangan maupun badan hukum) wajib menyampaikan laporan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) sebagai salah satu persyaratan administrasi perpajakan yang berlaku di Indonesia.

SPT ini wajib dilaporkan setiap tahun oleh wajib pajak agar pembayaran pajak tercatat dengan benar dalam sistem perpajakan Indonesia. Nah, buat kamu yang tertarik dengan cara lapor SPT Tahunan online, yuk simak pembahasannya di bawah ini.

Denda Telat Lapor SPT Tahunan

Denda Telat Lapor SPT Tahunan

Sebagai wajib pajak yang patuh, kamu harus melaporkan SPT tahunan ini tepat waktu.

Kegagalan untuk melaporkan SPT akan mengakibatkan sanksi bagi wajib pajak. Besarnya denda ini berbeda-beda, besarnya denda ditentukan sebagai berikut:

  • Denda sebesar Rp 100.000 untuk wajib pajak pribadi (NPWP pribadi).
  • Denda Rp 1.000.000 untuk wajib pajak badan (NPWP).
  • Denda Rp 500.000 untuk pengembalian PPN reguler.
  • Denda Rp 100.000 untuk surat pemberitahuan reguler lainnya.

Besarnya denda tergantung pada ketentuan Undang-Undang Rezim Perpajakan Umum.

Biasanya, batas waktu pelaporan SPT Tahunan untuk wajib pajak orang pribadi adalah 31 Maret 2022, sedangkan batas waktu untuk badan usaha kena pajak adalah 30 April 2022.

Cara Lapor SPT Tahunan Online

Cara Lapor SPT Tahunan Online

Laporan tahunan SPT kini lebih mudah karena dapat dilakukan secara online. Cara pelaporan SPT Tahunan ini jelas lebih nyaman dibandingkan pelaporan langsung atau melalui surat resmi.

Modalitas deklarasi online tahunan SPT adalah melalui aplikasi e-Filling atau formulir elektronik yang disediakan DJP pada website resmi: www.djponline.pajak.go.id.

Kamu dapat mengakses situs resmi ini kapan saja dan dimana saja selama terhubung dengan internet.

Di bawah ini adalah langkah-langkah yang perlu diikuti untuk mengajukan SPT tahunan kamu secara online.

1. Aktifkan EFIN terlebih dahulu

Untuk melaporkan SPT tahunan secara online, wajib pajak harus mengaktifkan EFIN yang digunakan untuk mengakses halaman pajak online.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan EFIN:

  • Buka situs web DJP https://djponline.pajak.go.id/account/login.
  • Klik “Daftar Di Sini” dan masukkan file aplikasi yang diperlukan seperti NPWP, EFIN, dan kode keamanan. Kemudian klik “Periksa”.
  • kamu kemudian akan melihat halaman dengan informasi wajib pajak yang diisi secara otomatis. Periksa kembali informasinya apakah cocok atau tidak.
  • Kemudian kamu masuk ke tahap pendaftaran. Masukkan alamat email dan nomor ponsel kamu. Buat kata sandi untuk mengakses akun DJP Online yang dibuat.
  • Periksa kotak masuk email kamu yang terdaftar. Temukan tautan aktivasi yang disediakan oleh DJP Online. Klik tautan untuk mengaktifkan akun DJP Online kamu.
  • Masuk dengan NPWP dan kata sandi yang kamu buat sebelumnya.
  • EFIN juga telah diaktifkan dan dapat digunakan untuk pelaporan pajak.

2. Cara melaporkan formulir SPT tahunan online SPT 1770 SS (penghasilan tahunan kurang dari Rp 60 juta)

Formulir SPT 1770 SS digunakan oleh wajib pajak dengan pendapatan tahunan kurang dari $60 juta. Untuk mengajukan SPT Tahunan SPT 1770 SS:

  • Kunjungi situs web DJP Online.
  • Masukkan NPWP dan kata sandi kamu, lalu masukkan CAPTCHA/kode keamanan kamu.
  • Pilih menu “Laporan”, pilih layanan “e-Filing”.
  • Tahun pajak lengkap, status SPT, dan status penyesuaian Lengkap Bagian A. pajak penghasilan. Misal PNS: isikan data sesuai form 1721 – A2 yang disediakan oleh pemberi kerja.
  • Lengkapi Bagian B. Pajak Penghasilan. Misalnya: Menangkan hadiah lotere sebesar Rs 10.000.000, pajak penghasilan final kamu sebesar 25 persen (Rs 2.500.000) akan dipotong dan kamu akan menerima warisan (tanpa barang) sebesar Rs 15.000.000
  • Lengkapi Bagian C. Daftar aset dan liabilitas. Misalnya: kepemilikan mobil senilai Rp 150.000.000, logam mulia senilai Rp 5.000.000 atau surat berharga lainnya senilai Rp 10.000.000.
  • Lengkapi Deklarasi Bagian D dengan mengklik “Saya Setuju” hingga muncul tkamu centang.
  • Ringkasan dan pengambilan kode verifikasi SPT kamu telah selesai dan diserahkan.
  • Terakhir, SPT Bukti Tkamu Terima Elektronik (BPE) telah dikirimkan ke alamat email kamu.

3. Cara melaporkan formulir SPT online SPT Tahunan 1770 S (penghasilan tahunan diatas Rp60 juta)

Formulir SPT 1770 S adalah formulir yang digunakan oleh wajib pajak dengan penghasilan tahunan lebih dari $60 juta. Untuk mengajukan SPT tahunan kamu untuk SPT 1770 S:

  • Masuk ke situs online DJP.
  • Masukkan NPWP dan kata sandi kamu, lalu masukkan CAPTCHA/kode keamanan kamu.
  • Pilih menu “Pesan”. Pilih layanan “e-Filing”.
  • Pilih “Buat SPT”. Ikuti panduan yang diberikan, juga dalam bentuk pertanyaan. Jika kamu terbiasa mengisi formulir SPT 1770 S, pilih formulir “By Form”.
  • Jika ingin dipandu dan mempermudah pengisian formulir, pilih Dipandu.
  • Isi rincian formulir yang harus diisi, seperti B. Tahun Anggaran, Status SPT dan Koreksi – (bila perlu koreksi SPT).
  • Slip pemotongan pajak, jika kamu memiliki slip pemotongan pajak, tambahkan di langkah kedua atau klik “Tambah+”.
  • Isi rincian dokumen pemotongan baru yang terdiri dari Jenis Pajak, NPWP Pemotongan/Pemotongan Pajak, Nama Pemegang/Pemotongan Pajak, Slip Pemotongan/Nomor Slip
  • Pemotongan, Slip Pemotongan/Tanggal Slip Pemotongan.
  • Besaran PPh yang dipotong/dipungut Bagi yang berstatus ASN, pemotongan gaji pegawai negeri oleh pemberi kerja dilaporkan pada Form 1721-A2. Setelah disimpan, itu akan muncul di ikhtisar pemotongan pajak kamu di langkah berikutnya.
  • Masukkan pendapatan nasional bersih karyawan.
  • Masukkan pendapatan rumah tangga lainnya (jika ada).
  • Masukkan pendapatan asing (jika ada).
  • Masukkan penghasilan yang telah dipotong PPh final (jika ada).
  • Daftar sumber daya, tambahkan sumber daya yang kamu miliki. Jika kamu mengajukan SPT Harta di e-Filing pada tahun sebelumnya, kamu dapat melihatnya kembali dengan mengklik ‘SPT Harta Tahun Terakhir’.
  • Tambahkan utang yang kamu miliki. Jika kamu telah mengajukan daftar utang di e-Filing tahun lalu, kamu dapat melihatnya kembali dengan mengklik “SPT Utang Tahun Lalu”.
  • Tambahkan karyawan kamu. Jika kamu melaporkan tanggungan di e-Filing tahun lalu, kamu dapat melihatnya kembali dengan mengklik SPT Tanggungan Tahun Lalu.
  • kamu membayarkan kandungan zakat/iuran wajib agama kepada badan administratif yang diakui pemerintah.
  • Lengkapi “Kode Kewajiban Pajak Pasangan” yang berlaku jika kamu dan pasangan mengajukan kewajiban pajak terpisah, tinggal terpisah, atau menyepakati perjanjian properti terpisah. Contoh: Wajib Pajak adalah pencari nafkah keluarga dan istri tidak bekerja.
  • Kemudian melengkapi deklarasi/pengurangan PPh pasal 24 penghasilan luar negeri (bila ada).
  • Kemudian lengkapi PPh PPh PPh 25 dan PPh Pokok PPh PP 25 (bila ada).
  • Konsultasikan perhitungan pajak penghasilan (PPh).
  • Periksa juga apakah statusnya “Lebih Bayar”, “Kurang Bayar”, atau “Tidak Ada”.
  • Konfirmasikan dengan mengklik “Saya Setuju/Terima” pada kolom yang tersedia dan pilih “Langkah Selanjutnya”.
  • Terakhir, SPT Bukti Tkamu Terima Elektronik (BPE) telah dikirimkan ke alamat email kamu.

Itu tadi penjelasan mengenai cara mengajukan SPT Tahunan dan apa saja sanksi keterlambatan pelaporan.

Bersamaan dengan SPT Tahunan, jangan lupa cek/bayar kendaraan bermotornya ya.

Untuk itu, hingga saat ini berbagai layanan online disiapkan pemerintah untuk memudahkan warga melakukan pembayaran atau deklarasi pajak.

Baca Juga Artikel Lainnya :